Piala presiden- Beberapa tahun terakhir ini, PSSI terus mendatangkan pelatih asing untuk Timnas. Meskipun biasanya gonta-ganti asal negara, namun PSSI nampaknya masih mempertahankan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong dalam kurun waktu yang lebih lama dari pelatih-pelatih sebelumnya.
Kepercyaan tersebut tentunya tak didapatkan begitu saja. Namun, pelatih yang pernah membawa Timnas Korea Selatan tersebut mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2020 silam telah membawa banyak perubahan besar sejak melatih Timnas Indonesia pada awal Januari 2020. Menangani beberapa tim, mulai dari senior hingga kelompok usia, malah memberikannya banyak perpektif baru.
Proses regenerasi di Skuad Garuda pun berjalan dengan mulus. Pemain-pemain yang sebelumnya menjadi andalan di level junior, kini sudah naik kelas menjadi pemain utama di kelas yang lebih tinggi. Pratama Arhan menjadi salah satu contoh ketajaman naluri pelatih asal Korea Selatan tersebut. Padahal, pemain asal Blora itu bukanlah pilihan utama saat sang Pelatih saat pertama kali menangani Timnas Indonesia U-19.
Perubahan Besar Pada Timnas
Memberikan kepercayaan dan motivasi pada pemain muda seperti Arhan tentunya sangat berpengaruh pada karir mereka. Alhasil kariernya terus menanjak setelah mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih yang akrab disapa STY tersebut. Bahkan, ia kini mendapatkan kesempatan menimba ilmu di luar negeri bersama klub Liga 2 Jepang, Tokyo Verdy.
Namun, peningkatan pesat performa Arhan, ternyata gagal diikuti beberapa pemain lain. Walaupun sempat mendapatkan kepercayaan di skuad utama, mereka justru tersingkir dalam dua laga uji coba terakhir kontra Curacao pada akhir September lalu. Apakah mungkin para pemain ini masuk skuad Timnas Indonesia untuk Piala Asia 2023 nanti?
Edo Febriansyah menjadi nama pertama yang terpinggirkan dalam beberapa laga internasional terakhir. Pemain yang bermain di sektor kiri ini tenggelam di balik bayang-bayang Arhan. Padahal, performa pemain asal Kediri ini juga tidak bisa dikatakan jelek saat membela RANS Nusantara FC. Ia mampu menginspirasi kemenangan timnya di markas Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu.
Dengan kemampuannya bermain lebih ke depan, rasanya kesempatan baginya untuk kembali ke Timnas Indonesia masih terbuka lebar. Apalagi di beberapa laga terakhir sang pelatih kerap menggunakan pola tiga bek yang membutuhkan wingback cekatan. Adapun kehebatan Alfeandra Dewangga sejatinya tidak perlu diragukan lagi. Ia menjadi sosok integral di pertahanan PSIS Semarang hingga pekan ke-11 kompetisi BRI Liga 1 2022/2023.
Kemampuannya bermain di beberapa posisi di lini pertahanan plus gelandang bertahan, memudahkan sang pelatih mengubah pola permainan saat pertandingan. Namun, sayangnya ia seperti kehilangan tempatnya dalam beberapa laga terakhir. Masalah pribadi yang sempat mencuat di permukaan disinyalir menjadi penyebab namanya sedikit terpinggirkan dari skuad saat ini.
Irfan Jaya sejatinya merupakan andalan Shin Tae-yong saat mengarungi Piala AFF 2020. Kecepatannya di sektor sayap menjadi andalan Timnas Indonesia dalam merusak pertahanan lawan. Namun, sejak menggunakan pakem permainan yang berbeda, peran pemain Bali United itu sedikit berkurang. Setelah menjadi starter kontra Kuwait di laga pertama Kualifikasi Piala Asia 2023, menit bermainnya makin menurun.
