Piala presiden- Arema FC tak henti-hentinya menarik perhatian publik. Setelah tragedi kerusuhan di Kanjuruhan, kini demonstrasi dan perusakan fasilitas kantor kepengurusan Arema kian memanas, akibat dispensasi korban yang dianggap lalai. Selain itu, Manajemen Arema FC baru saja secara resmi mengumumkan perpisahan dengan pelatih Javier Roca melalui rilis pada Senin (6/2/2023) sore.
Adapun keputusan Arema FC untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat dengan Roca tidak lepas dari performa buruk tim saat ini. Seperti diketahui, Arema FC sedang mengalami kemerosotan performa dengan menelan lima kekalahan beruntun tanpa mencetak satu gol pun dalam lima pekan terkini Liga 1 2022-2023.
Kondisi ini membuat tim berlogo kepala singa mengepal tersebut tertahan di posisi ke-10 klasemen sementara Liga 1 2022-2023 dengan 26 poin. Singo Edan kini hanya terpaut tiga poin saja dari lima urutan terbawah klasemen. Sebenarnya, performa Dendi Santoso dkk dibawah kepelatihan Javier Roca tidak begitu buruk.
Arema Diambang Ketidakpastian
Meskipun tampil buruk, tim Arema sempat merasakan empat kemenangan beruntun pada pekan 12 sampai pekan ke-15. Secara total, Roca memimpin dalam 12 pertandingan Arema FC, dengan raihan lima kemenangan dan tujuh kekalahan. Secara produktivitas, Singo Edan membukukan 11 gol dan kebobolan 13 kali.
Pihak managemen mengucapkan terima kasih kepada Javier Roca atas dedikasi yang sudah diberikan kepada Arema FC. Selain itu, Komisaris PT AABBI yang biasa disapa Tatang juga memastikan kepergian Javier Roca. Terkait siapa nama pelatih yang akan memimpin Arema FC nanti, kita tunggu saja perkembangan berikutnya. Doakan yang terbaik untuk Arema FC.
Jabatan pelatih Arema FC dipercaya tak akan kosong dalam waktu lama. Kabarnya, manajemen sudah menunjuk pelatih untuk menggantikan Javier Roca. Pelatih tersebut bukanlah orang asing untuk tim berjuluk Singo Edan, yakni I Putu Gede yang sebelumnya melatih PSMS Medan. Nama pelatih kelahiran Denpasar itu tercatat dalam buku sejarah Arema. Saat masih aktif menjadi pemain, ia menjadi kapten yang memimpin penggawa Arema menjuarai Divisi 1 2004 (sekarang Liga 2) dan Copa Indonesia (sekarang Piala Indonesia) dua kali berturut-turut pada 2005 dan 2006.
