Piala Presiden- Sejak kedatangan Erick Tohir ke PSSI, beberapa kemajuan mulai terlihat, mulai dari pertandingan persahabatan dengan timnas Argentina dan Palestina. Saat ini juga, PSSI telah memastikan bahwa tidak akan ada yang merangkap. Oleh karena itu, pelatih Indra Sjafri yang baru saja membawa emas dari SEA Games Kamboja diberhentikan dari direksi PSSI.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berangkat ke Jerman untuk menjalin kerja sama dengan federasi sepak bola Jerman, DFB. Keberangkatannya bukan hanya dalam misi meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia. Ia juga mencari Direktur Teknik (Dirtek) PSSI yang menggantikan Indra Sjafri.
Sebelumnya, ia menugaskan Indra Sjafri menangani Timnas Indonesia kelompok usia sedangkan posisi Dirtek yang ditinggalkan akan diisi orang baru yang dirasa cocok mengisi posisi tersebut. Erick Thohir menginginkan sosok Dirtek asing yang bisa memberi kontribusi pemikirannya dalam kemajuan tata kelola sepak bola Indonesia khususnya Timnas Indonesia.
Erick Tohir Perbaiki PSSI
Adapun salah satu yang menjadi bidikannya adalah Jerman karena negara juara Piala Dunia 2014 itu menjadi salah satu negara yang menjadi kiblat pengelolaan sepak bola modern. Dalam kunjungannya ke Jerman, ia didampingi Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI, Zainuddin Amali. Selain berburu Dirtek PSSI yang baru, ia juga membahas kerja sama di aspek lain seperti kunjungannya ke Jepang beberapa waktu lalu.
Erick Tohir pergi ke Jerman dengan Pak Waketum (Zainuddin Amali). Ada beberapa kerja sama yang kita lakukan seperti dengan Jepang, pelatih perempuan dan perwasitan serta benchmarking membangun sepak bola nasional maupun Liga. Sama dengan Jerman, kita kerja sama membangun benchmarking sepak bola baik timnas ataupun Liga.
Adapun Erick Thohir juga membuka kesempatan kerja sama dalam pembinaan pemain usia dini. Salah satunya dengan mengirim pemain muda yang telah menjalani seleksi ketat untuk menimba ilmu dan pengalaman sepak bola di Jerman. Tetapi di situ kami juga kerja sama mencari Dirtek dan U16, U17, U 20 kalau Liga berhenti pemain yang tak terseleksi kita berangkatkan ke Jerman satu bulan untuk bertanding.
Selain itu, kunjungan ini juga akan membahas pengembangan insfrastruktur pendukung pembinaan sepak bola Indonesia. Selain training center juga rencana penggunaan Video Assistant Refree (VAR) pada Liga 1 musim 2023-2024. Sport science enggak boleh enggak ada sekarang, infrastruktur termasuk training center yang ada di nusantara dan tentu yang dibangun pemerintah dan direnovasi, VAR segala macam, dan program berkelanjutan ini contoh yang sudah dilakukan.
