Pertandingan Dewa United Kontra Persib Bandung Berakhir Ricuh, Ini Kata Pihak Dewa

Piala Presiden- Sepakbola Indonesia kini masih menjadi perhatian dunia, khususnya dengan diadakannya Piala Dunia Usia 17 yang masih berlangsung hingga saat ini. Selain itu, terjadi juga perbaikan demi perbaikan pada managemen PSSI sebagai payung utama sepakbola Indonesia. Perbaikan tersebut menjadi terobosan baru bagi kemajuan sepakbola Tanah Air.

Baru-baru ini laga besar antara Dewa United dan Persib Bandung juga menjadi bahan perhatian, selain laga bintang ternyata terjadi keributan jelang akhir laga. Manajemen Dewa United FC menanggapi perihal insiden yang terjadi di luar Stadion Indomilk Arena, Tangerang, saat laga lanjutan kompetisi Liga 1 2023-2024 antara Dewa United FC melawan Persib Bandung.

Adapun laga Dewa United vs Persib digelar pada Minggu (26/11/2023). Pertandingan tersebut dimenangkan Persib dengan skor 5-1. Namun, kemenangan Persib dinodai kericuhan. Ribuan suporter Persib Bandung yang memaksa hadir di Stadion Indomilk Arena memang menimbulkan kericuhan antara oknum suporter dan pihak keamanan di luar stadion.

Dewa United vs Persib Berakhir Ricuh?

Selain itu, akibat dari kejadian tersebut juga menimbulkan kerusakan fasilitas stadion seperti mobil operasional Dewa United FC, hingga terganggunya kenyamanan warga yang tinggal di sekitar stadion. “Kami sudah mengumumkan dari jauh hari bila manajemen Dewa United FC tidak menjual tiket untuk pertandingan kemarin (melawan Persib),ujar Presiden Klub Dewa United FC, Ardian Satya Negara.

Adapun surat resmi ke pihak Persib juga sudah kami kirimkan, dimana dalam surat tersebut sudah jelas tercantum bila pertandingan kemarin hanya bisa dihadiri oleh tamu undangan. Selain itu, dalam regulasi Liga 1 2023-2024 pasal 4 ayat 7 tentang Keamanan dan Kenyamanan, jelas tertera bila pada masa transisi reformasi sepak bola Indonesia, seluruh pertandingan termasuk kompetisi tidak bisa dihadiri suporter tim tamu.

Namun bisa dilihat sendiri bagaimana mereka memaksa untuk bisa masuk dan ada di dalam stadion menjelang akhir babak pertama.  Lebih lanjut, Ardian pun meminta kepada pihak suporter untuk bisa mengerti dan mematuhi regulasi tersebut, demi kenyamanan serta keselamatan bersama. Beberapa kejadian yang terjadi belakangan ini harusnya bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua, termasuk rekan-rekan suporter.

Kejadian tersebut tentunya sangat tidak diinginkan untuk terulang kembali. Pihak Dewa United FC pun siap untuk melaporkan kejadian ini kepada PSSI, tentunya dengan beberapa bukti yang dikumpulkan. Setelah ini kami akan kumpulkan bukti dan melaporkan kejadian ini kepada PSSI. Harapan kami tentunya insiden ini menjadi yang terakhir di sepak bola Indonesia.