Piala Presiden- Shin Tae Yong telah lama menjadi pelatih pada tingkat internasional, awalnya untuk negaranya, yaitu Korea Selatan yang berhasil mengalahkan Jerman dengan skor 2-0 pada gelaran Piala Dunia terakhir. Namun, setelah itu STY digantikan dan tidak diperpanjang kontraknya. Sehingga PSSI melihat peluang tersebut dan mendatangkan STY ke Indonesia.
Setelah menjalani kepelatihan di tanah air dalam beberapa tahun terakhir ini, kiprahnya menjadi bahan perbincangan publik lantaran perubahan drastis yang dialami oleh skuad Timnas. Mulai dari pemusatan latihan serta naturalisasi pemain diaspora Indonesia.
Namun demikian, kini Timnas telah mencetak sejarah dengan lolos babak 16 besar Piala Asia dan kini lolos ke perempat final. Setelah mengalahkan Jordania dengan skor meyakinkan yaitu 4-1, kini Timnas U23 Indonesia akan menghadapi Korea Selatan pada babak 8 besar atau perempat final Piala Asia U23 2024.
Perempat Final Piala Asia U-23
Kepastian laga antara Indonesia dan Korea Selatan pada perempat final terjadi setelah Korsel mengalahkan Jepang pada laga terakhir Grup B. Timnas Korea Selatan menang 1-0 atas Jepang pada laga pamungkas Grup B, Senin (22/4/2024) malam WIB. Satu-satunya gol Korsel ke gawang Jepang dicetak oleh Min-Woo Kim pada menit ke-75.
Ini adalah pengalaman pertama saya untuk bermain melawan negara saya sendiri, dan sejujurnya ini sulit bagi saya. Jika saya tidak pernah melatih timnas Korea Selatan, mungkin tidak sesulit ini. Namun saya pernah melatih timnas U-23, U-20, dan senior Korsel. Saya hanya memikirkan menyanyikan lagu kebangsaan bersama pemain Korsel lainnya, saat itu saya melakukan yang terbaik untuk melawan negara lain bersama timnas Korsel.
Pelatih STY kemudian menjelaskan bahwa pengalaman ini benar-benar berat bagi dirinya. Sebelum berakhirnya fase Grup B, Shin berharap tim asuhannya yang lolos ke perempat final sebagai tim peringkat kedua Grup A akan bertemu Jepang yang diperkirakan akan menjadi juara grup.
Namun Korsel kemudian lolos sebagai juara Grup B untuk ditantang Indonesia. Mengenai perasaan saya, pelatih mereka (Hwan Sung-hon) dan juga Korsel adalah negara saya sendiri. Saya hanya ingin bertemu negara saya di final, itulah yang saya pikirkan sebelum kompetisi. Tapi itu tidak terjadi, maka perasaan saya berat, tidak benar-benar gembira, tapi olahraga adalah olahraga, pertandingan adalah pertandingan.
