Piala Presiden- Presiden Direktur PSBS Biak, Eveline Sanita Injaya, menyatakan niatnya untuk mengundurkan diri setelah musim BRI Liga 1 2024/2025 berakhir. Keputusan tersebut muncul di tengah berbagai dinamika internal yang mengganggu kenyamanan kerjanya di klub berjuluk Napi Bongkar tersebut.
Eveline baru menjabat pada musim ini dan langsung mencatatkan pencapaian luar biasa. Ia berhasil membawa PSBS Biak promosi ke Liga 1 sekaligus menjadi juara Liga 2 musim lalu. Di musim debut mereka di kasta tertinggi, PSBS tampil kompetitif. Hingga pekan ke-32, klub asal Papua itu menempati posisi ketujuh klasemen dengan 47 poin hasil dari 13 kemenangan, delapan hasil imbang, dan 11 kekalahan.
Presiden Direktur PSBS Biak Mundur
Hasil tersebut menjadi pencapaian luar biasa. Kami sempat mengalami masa sulit di awal putaran kedua, namun berhasil bangkit dan kini berada di papan tengah. Meski bangga terhadap capaian tim, Eveline mengungkapkan bahwa kondisi internal manajemen menjadi alasan utama di balik keputusannya mundur.
Menurutnya, ada ketidakharmonisan di tubuh manajemen PSBS yang membuatnya kesulitan menjalankan tugas secara optimal. Ia merasa seperti berada dalam situasi di mana ada dua kepemimpinan yang berbeda arah. Eveline tidak leluasa mengambil keputusan, banyak intervensi. Masalah terbesar adalah dana. Ia tidak bisa menjalankan tanggung jawab saya sepenuhnya.
Situasi semakin sulit ketika pemegang saham mayoritas memutus aliran dana selama tiga bulan terakhir. Hal ini menyebabkan krisis finansial yang berdampak pada penunggakan gaji pemain dan utang kepada vendor. Adapun pemain sampai menyampaikan keluhan langsung kepada saya karena keterlambatan gaji dan bonus.
Kondisi tersebut mulai membaik setelah dukungan finansial kembali mengalir, memungkinkan PSBS menyelesaikan dua laga terakhir musim ini. Namun, ketidakpastian dalam manajemen kembali mencuat ketika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 14 Mei 2025 tiba-tiba dibatalkan secara sepihak oleh salah satu pemegang saham minoritas. Pembatalan ini menjadi titik balik bagi Eveline dalam mengambil keputusan mundur.
Eveline tentunya bangga dengan tim ini dan merasa seperti keluarga dengan pemain serta pelatih. Tapi demi profesionalisme, Ia akan menyelesaikan musim ini sebelum mundur. PSBS kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga stabilitas setelah kehilangan sosok pemimpin yang membawa mereka ke panggung tertinggi sepak bola nasional.
