Persebaya Menang 3-1, Tavares Tekankan Permainan Agresif

PIALA PRESIDEN — Kemenangan Persebaya Surabaya atas Madura United FC menjadi kesempatan bagi Bernardo Tavares untuk memperlihatkan karakter permainan yang ingin dibangun bersama Bajul Ijo. Bukan hanya mengejar hasil akhir, pelatih asal Portugal itu ingin anak asuhnya konsisten bermain agresif, berani menekan, dan terus menciptakan peluang.

Persebaya meraih kemenangan 3-1 dalam Derby Jatim pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (26/10/2026) malam. Hasil tersebut menambah tiga poin bagi tuan rumah, tetapi Tavares tetap melihat sejumlah hal yang perlu dibenahi.

Menurutnya, keberanian mengambil inisiatif dan menjaga intensitas sepanjang pertandingan harus menjadi bagian dari identitas Persebaya. Pendekatan tersebut diharapkan tetap terlihat, baik ketika tim unggul maupun saat menghadapi tekanan dari lawan.

Persebaya membuka keunggulan melalui Miguel Pereira pada menit ke-22. Yuran Fernandes dan Yann Mabella kemudian mencetak gol pada penghujung pertandingan untuk memastikan kemenangan 3-1 atas Madura United.

Meski berhasil mencetak tiga gol, Tavares menilai timnya masih memiliki ruang untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir. Banyaknya peluang yang tercipta menjadi modal positif, tetapi akurasi tembakan tetap perlu diperbaiki agar kesempatan mencetak gol dapat dimaksimalkan.

“Hari ini kami mencetak tiga gol, padahal ada banyak sekali peluang yang tercipta. Terkadang akurasi tembakan memang kurang maksimal, tetapi ketika sebuah tim mampu menciptakan banyak peluang, peluang untuk memenangkan pertandingan pun menjadi lebih besar,” tuturnya.

Bagi Tavares, produktivitas serangan tidak hanya ditentukan oleh jumlah gol yang tercipta. Kemampuan pemain dalam membangun serangan, menemukan ruang, serta menghasilkan peluang secara berulang juga menjadi faktor penting untuk menjaga konsistensi hasil.

Bernardo Tavares Puji Sikap Para Pemain

Selain menyoroti efektivitas serangan, Tavares memberikan apresiasi terhadap sikap para pemain yang tetap berusaha menjalankan pendekatan permainan yang diinginkannya.

Ia meminta skuad Persebaya terus aktif bergerak, memberikan tekanan kepada lawan, dan mencari ruang untuk mengembangkan serangan. Intensitas tersebut diharapkan tidak mengendur meskipun pertandingan berlangsung dalam kondisi yang menyulitkan.

Cuaca hujan dan genangan air di lapangan turut memengaruhi aliran bola. Situasi itu membuat sejumlah operan tidak berjalan sesuai rencana, sementara tekanan dari pemain lawan juga menambah kesulitan dalam membangun serangan.

“Memang terkadang ada operan yang meleset mungkin karena faktor hujan dan genangan air, atau karena tekanan lawan tetapi secara keseluruhan, saya sangat menghargai sikap para pemain,” kata Bernardo Tavares.

Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa Tavares tidak hanya menilai performa berdasarkan skor akhir. Ia juga memperhatikan usaha pemain dalam mempertahankan intensitas dan menjalankan instruksi di tengah berbagai kendala.

Gol Madura United Jadi Bahan Evaluasi

Di balik kemenangan tersebut, Tavares tetap menyoroti gol balasan Madura United yang lahir melalui situasi transisi. Persebaya sempat kehilangan kendali setelah lawan menyamakan kedudukan, sehingga harus kembali meningkatkan intensitas permainan untuk mengamankan kemenangan.

Situasi itu menjadi pengingat bahwa permainan agresif perlu diimbangi dengan organisasi pertahanan yang disiplin. Ketika pemain terlalu fokus membangun serangan, ruang di lini belakang berpotensi dimanfaatkan lawan untuk melancarkan serangan balik.

Karena itu, keseimbangan antara menyerang dan bertahan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan Persebaya. Tim harus mampu mempertahankan tekanan tanpa mengabaikan posisi dan koordinasi antarpemain ketika kehilangan bola.

Evaluasi tersebut penting agar keberanian menyerang tidak justru membuat Bajul Ijo rentan menghadapi transisi cepat dari lawan pada pertandingan berikutnya.

Faktor kebugaran juga menjadi perhatian Tavares setelah Derby Jatim. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah pemain tampil dalam kondisi fisik yang belum sepenuhnya prima.

Beberapa pemain bahkan disebut hanya berada dalam kondisi sekitar 50-60 persen. Situasi serupa juga dialami sejumlah pemain yang berada di bangku cadangan, sehingga pilihan untuk melakukan pergantian pemain tidak sepenuhnya didukung oleh kondisi fisik yang ideal.

Kondisi lapangan yang lebih berat akibat hujan dan genangan air turut menambah tantangan selama pertandingan. Meski demikian, Persebaya tetap mampu mengamankan kemenangan dengan selisih dua gol.

“Perlu diketahui, banyak pemain hari ini yang tidak dalam kondisi 100 persen. Beberapa di antaranya mungkin hanya dalam kondisi 50-60 persen. Selain itu, ada beberapa pemain di bangku cadangan yang juga tidak dalam kondisi prima. Jadi, hal ini wajar,” pungkas Bernardo Tavares.

Kemenangan atas Madura United menjadi hasil positif bagi Persebaya. Namun, bagi Tavares, pekerjaan tim belum selesai. Ketajaman di depan gawang, kestabilan pertahanan saat menghadapi transisi, serta pemulihan kondisi fisik pemain akan menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi Bajul Ijo pada kompetisi musim ini.