Piala presiden- Indonesia merupakan negara yang luas dengan populasi terbanyak keempat di dunia. Saat ini Indonesia juga memiliki angka usia produktif yang mendominasi. Selain itu, masyarakat diaspora Indonesia juga telah tersebar luas di seluruh dunia.
Sehingga tak jarang PSSI mendatangkan para pemain tersebut melalui proses perpindahan kewarganegaraan atau yang lebih dikenal dnegan naturalisasi. Belanda merupakana salah satu negara yang kerap dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Ezra Walian merupakan pemain berdarah Indonesia-Belanda yang baru saja secara resmi diumumkan dan disetujui oleh FIFA untuk membela Timnas Indonesia. Selain dirinya, masih terdapat berbagai daftar pemain yang berpotensi untuk dinaturalisasi.
Naturalisasi Ala Shin Tae-yong
Setelah PSSI berhasil menyelesaikan proses naturalisasi Ezra Walian, kini PSSI menyerahkan kebijakan pada sang pelatih yaitu Shin Tae-yong jika ingin memanggil Ezra untuk persiapan pertandingan mendatang.
Selain itu, ada juga dikabarkan beberapa pemain yang berpotensi dinaturalisasi seperti pemain akademi West Ham United, Anouar El Mhassani, yang bahkan menunggu panggilan Timnas Indonesia. Pemain keturunan Indonesia-Maroko ini akan mempertimbangkan jika mendapat tawaran gabung skuad Garuda.
Berdasarkan pernyataannya di akun media sosialnya, Pesepakbola berdarah Indonesia-Moroko ini berkata bahwa dirinya bersedia dinaturalisasi jika pihak PSSI maupun Timna menghubungi dirinya.
Anouar El Mhassani saat ini mentas di kasta teratas Liga Uni Emirat Arab (UEA) bersama Ajman Club. Namun, sebelumnya, winger kanan berusia 20 tahun ini malang melintang di persepakbolaan Eropa.
Pemain yang memiliki darah Indonesia dari sang ibu ini, mengawali karier di tim muda Ajax Amsterdam sejak tahun 2009 hingga 2017 , atau dalam rentang usia delapan hingga 16 tahun.
Setelah itu, bisa dibilang bahwa karier sepakbola junior Anouar El Mhassani dihabiskan bersama Ajax Amsterdam. Lepas dengan Ajax Amsterdam, Anouar El Mhassani berguru di tim West Ham United U-18 selama dua tahun (2017-2019).
Kemudian, berselelang setahun saja, Anouar El Mhassani naik ke tim West Ham United U-23. Hanya saja, ia hanya bertahan satu tahun bersama Tim West Ham United U-23. Setelah itu atau per Oktober 2020, Anouar El Mhassani mentas bareng Ajman Club.
Dengan latar belakang dan jam terbang yang dimilikinya, kehadiran Anouar El Mhassani dipercaya dapat menjadi senjata mematikan bagi Timnas Indonesia. Sebab, secara pengalaman, pemain kelahiran 18 April 2001 itu cukup mumpuni.
Namun, keputusan berada ditangan sang pelatih asal Korea Selatan tersebut. Jika, Shin Tae-yong tertarik mendatangkan dirinya maka PSSI siap mengawal proses hingga kedatangan pemain berdarah Indonesia-Moroko tersebut.
