Piala presiden- Piala Menpora 2021 yang diagendakan sebagai ajang pramusim oleh PSSI telah menggerakkan klub di liga 1 untuk berbenah.
Arema FC yang sudah sempat bubar kembali berkumpul karena mendapat tiket otomatis untuk mengikuti Piala Menpora 2021.
Setelah para pemain sudah terkumpul, kini pihak klub kebanggaan kota Malang tersebut sedang mencari sosok pelatih.
Siapa Pelatih Arema?
Arema FC merupakan salah satu klub besar yang biasanya bertengger di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
NamunĀ karena aktivitas sepakbola terhenti sejak tahun lalu karena masa pandemi, perlahan-lahan berbagai klub pun bubar termasuk Arema.
Menjelang kompetisi ajang pramusim yang rencananya bakal diadakan bulan Maret, Pihak Arema telah membuka diri untuk pelatih baik asing maupun lokal.
Berbagai agen telah menyodorkan beberapa nama namun belum memenuhi kriteria yang Arema inginkan.
Kriteria sosok pelatih yang diinginkan Arema adalah yang mampu menjadikan permainan Arema seperti gaya sepakbola Amerika Latin.
Hal ini disebabkan karena permainan Arema memuaskan pada saat sebelumnya dilatih oleh Pelatih asal Brazil, Carlos Oliveira.
Meskipun saat ini belum ada Pelatih Asing yang dipilih oleh Arema, pihaknya mengatakan akan mengontral pelatih lokal pada ajang pramusim.
Trio Pelatih Arema
Saat ini, Arema hanya menggunakan trio asisten pelatih yaitu Kuncoro, Singgih Pitono dan Siswantoro. Ketiga pelatih ini bakal melatih selama Piala Menpora.
Secara akreditasi memang ketiga pelatih tersebut masih mengantongi lisensi B dari AFC. Biasanya pelatih Liga 1 telah memiliki lisensi A atau pro.
Namun karena ketiga pelatih tersebut merupakan mantan pemain Arema, sehingga dianggap mampu menjadikan tim ini bermain garang di lapangan.
Sebagai persiapan awal, Arema telah melakukan ajang latihan sebanyak tiga kali dan hasilnya dapat dibilang memuaskan.
Meskipun sudah dilatih oleh trio pelatih tersebut, namun Arema tetap membutuhkan sosok pelatih kepala untuk membawa Arema juara dikemudian hari.
Sembari menunggu, masing-masing pelatih memiliki peran yang berbeda-beda. Siswantoro dapat giliran pertama dengan memimpin pemanasan dan latihan fisik.
Sedangkan untuk game atau strategi, Kuncoro dan Singgih berbagi tugas. Satu tim dapat instruksi dari Singgih dan satu lagi Kuncoro. Lalu, dua tim itu ditandingkan.
