Piala presiden- Setelah menelan kekalahan pertamanya dari Persebaya Surabaya, kini Arema kembali kebobolan lagi. Kali ini masih pertemuan sesama klub Jawa Timur yaitu Persik Kediri yang berhasil menang tipis 1-0 atas Arema FC dalam derbi Jatim pada pekan ke-28 Liga 1 2021-2022 yang diselenggarakan di Stadion I Gusti Ngurah Rai Denpasar.
Kemenangan tersebut tentunya sangat mahal karena hasil tersebut menjadi kemenangan Persik Kediri untuk pertama kalinya sejak 12 tahun terakhir. Berdasarkan catatan head-to-head, tim berjuluk Macan Putih itu terakhir menang melawan Singo Edan pada Indonesia Super League (ISL) musim 2008-2009.
Sementara itu, semenjak memasuki musim 2009-2010, Arema mendominasi kemenangan. Tercatat, ada enam pertemuan kedua tim pada rentang tahun 2009 sampai 2014. Lima di antaranya dimenangi oleh tim berjuluk Singo Edan dan sekali imbang.
Persik Kalahkan Arema
Setelah itu hampir selalu mengalami kekalahan dari Arema di Liga 1, derbi Jatim Persik Kediri melawan Arema FC dipisahkan oleh kasta. Persik Kediri berhasil kembali ke kasta tertinggi pada musim 2019, tetapi masih harus menunggu laga karena adanya pandemi.
Akhirnya, setelah “terpisah” lebih dari satu dekade, Persik Kediri kembali bertemu dengan Arema FC pada putaran pertama Liga 1 2021-2022. Saat itu, laga dimenangi Arema FC dengan skor tipis 2-3. Kini, di putaran kedua, Persik Kediri membayar tuntas Arema FC dengan kemenangan tipis 1-0.
Kemenangan tersebut pun semakin manis karena lawan sedang posisi jauh di atas Persik Kediri. Pelatih Persik Kediri, Javier Roca, mengatakan kemenangan ini didedikasikan kepada seluruh pendukung dan publik Persik Kediri. Sang pelatih berterima kasih Tuhan, keluarga kami, ofisial, pengurus manajemen dan seluruh orang yang mendukung, percaya dengan kami sampai saat ini.
Pelatih asal Cile tersebut memandang bahwa Ini pertandingan yang sangat keras, kita tahu sebesar apa itu Arema. Kami hari ini melawan salah satu kandidat terkuat juara Liga. Kami sangat bersyukur,” katanya Javier Roca.
Namun, perjalanan Persik Kediri masih cukup panjang. Ada enam pertandingan lagi yang menanti untuk dimenangkan. “Kami masih butuh poin. Jadi, kami harus tetap membumi. Hari ini kami bisa senang, tetapi besok kami harus kerja keras lagi.
