Kurniawan Resmi Ditunjuk Tangani Timnas U-17

Piala Presiden- PSSI melalui Badan Tim Nasional (BTN) menetapkan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-17. Keputusan ini menandai berakhirnya masa pendampingan sementara Nova Arianto, yang kini mendapat penugasan lebih besar bersama Timnas Indonesia U-20.

Ketua BTN, Sumardji, menyebut penunjukan Kurniawan didasarkan pada sejumlah pertimbangan, mulai dari rekam jejak, pengalaman di level klub, hingga jam terbang di lingkungan tim nasional. Menurut BTN, Kurniawan dinilai sudah memahami kultur kerja federasi karena beberapa kali terlibat dalam tim kepelatihan timnas di berbagai ajang, sehingga proses transisi diharapkan berjalan mulus.

Kurniawan Resmi Latih Timnas

Dalam struktur kepelatihan, Kurniawan akan didampingi Dwi Prio Utomo sebagai asisten. Dwi Prio bukan sosok baru di skuad Garuda Muda karena telah menjadi bagian dari tim kepelatihan kelompok usia tersebut dalam periode sebelumnya. Kombinasi keduanya diharapkan bisa menjaga kesinambungan program pembinaan sekaligus mempercepat adaptasi pemain terhadap detail latihan dan pola permainan yang diterapkan.

BTN juga menegaskan target yang dipasang tidak ringan: Timnas Indonesia U-17 diarahkan mengejar tiket Piala Dunia U-17 2026 di Qatar. Jalur yang ditempuh adalah melalui Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi pada Mei 2026, di mana tim perlu menembus fase gugur agar peluang lolos terbuka.

Sejalan dengan target itu, Sumardji meminta pelatih kepala menjaga koordinasi erat dengan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers. BTN menekankan bahwa program pembinaan harus berjalan dalam satu garis, sehingga keputusan teknis di lapangan tetap terhubung dengan rencana jangka menengah federasi, termasuk penyiapan pemain lintas angkatan.

Di sisi lain, skuad U-17 saat ini diproyeksikan bertumpu pada pemain kelahiran 2009, sementara kelompok 2010 disiapkan melalui jalur kompetisi pembinaan seperti Elite Pro Academy. Penataan jenjang ini disebut penting agar suplai pemain ke level berikutnya tetap terjaga, terutama menghadapi kalender turnamen usia muda yang kian padat.

Jika Anda mau, saya bisa buatkan versi alternatif dengan gaya lebih “breaking news” (lebih tajam, 250–300 kata) atau versi “feature” (600–800 kata) yang menambahkan konteks agenda U-17 dan tantangan grup/roadmap turnamen.