Piala Presiden- Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, baru-baru ini menjadi sorotan setelah mendapatkan kartu kuning dalam kemenangan 1-0 Indonesia atas Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (25/03/2025), pada lanjutan Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Adapun kartu kuning tersebut diterima Paes pada menit ke-72 akibat dianggap mengulur waktu saat hendak melakukan tendangan gawang. Wasit asal Tajikistan, Sadullo Gulmurodi, memberi peringatan kepada kiper FC Dallas itu karena dianggap tak sportif.
Sementara itu, eks kiper Timnas Indonesia era 1980-an, Hermansyah, mengaku masih penasaran dengan insiden tersebut dan merasa bahwa tindakan Paes dapat merugikan Indonesia. Meski Timnas Indonesia unggul 1-0, Hermansyah menilai bahwa dengan sisa waktu pertandingan yang masih lama, satu gol keunggulan belumlah aman.
Kartu Kuning Marten PaesĀ
Selain itu, ada potensi Paes bisa menerima kartu kuning kedua, yang tentu akan menghancurkan harapan publik Indonesia. Adapun Hermansyah merasa bahwa itu adalah jenis pelanggaran yang sembrono, terutama ketika pertandingan masih belum aman dan kartu kuning itu tidak berasal dari open play. Keunggulan satu gol bukanlah hal yang pasti, apalagi jika Bahrain bisa mencetak gol atau jika Paes mendapatkan kartu kuning kedua.
Namun demikian, Hermansyah mencoba melihat insiden tersebut dari sisi positif. Sebagai mantan penjaga gawang, ia mengakui bahwa terkadang kiper sengaja membuat pelanggaran kecil untuk tujuan tertentu. Ia menduga, mungkin Paes sengaja mendapat kartu kuning agar bisa absen pada pertandingan berikutnya, memberikan kesempatan bagi Emil Audero untuk tampil dalam debutnya menghadapi China.
Mantan kiper Timnas tersebut pun pernah melakukan hal yang sama dalam karier saya dulu. Kadang-kadang, kiper sengaja mendapatkan kartu kuning untuk memberikan kesempatan kepada kiper lain. Mungkin Paes melakukan itu agar dia absen melawan China dan memberikan kesempatan kepada Audero.
Lebih lanjut lagi, Hermansyah juga berpendapat bahwa keputusan Paes untuk absen melawan China dapat memberi waktu untuk meredakan tekanan setelah kekalahan Indonesia dari Australia sebelumnya. Ia meyakini bahwa keputusan tersebut mungkin bisa menjadi langkah yang baik untuk cooling down bagi Paes, yang diharapkan bisa kembali lebih fokus dan siap menghadapi tantangan berikutnya.
