Piala presiden- Bisa dibilang Indonesia memiliki segudang pemain sepakbola yang berbakat dan bersinar pada usia muda.
Banyak dari mereka bahkan dipercaya untuk memperkuat Timnas Indonesia junior hingga Timnas Indonesia U-19.
Dari segi prestasi regional pun Timnas Indonesia junior lebih sering mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang bergengsi daripada Timnas senior.
Misalnya saja Timnas Indonesia U-19 pernah menjuarai piala AFF (Regional Asia Tenggara) tahun 2013 lalu dan Timnas U-16 juga berhasil menjuarai piala AFF dua tahun lalu.
Prestasi di atas tersebut jarang sekali diraih oleh Timnas senior, bahkan pada ajang piala AFF Timnas Senior sering terhenti di semifinal maupun final.
Meskipun banyak para pemain muda yang pernah bersinar di kancah klub maupun Timnas namun tidak banyak yang berhasil mempertahankan performanya hingga pada usia senior.
Adapun beberapa pemain yang berasal dari Timnas U-19, juara Piala AFF 2013 yang terus bersinar hingga usia senior adalah Evan Dimas Darmono, Hansamu Yama Pranata dan Putu Gede Juni Antara.
Daftar Pemain Yang Bersinar Di Usia Muda
Yongki Aribowo
Pemain yang disapa Yongki ini merupakan pemain yang sempat digadang-gadang bakal menjadi Penyerang Timnas yang berbahaya dimasa depan.
Yongki Aribowo merupakan pemain muda jebolan persik Kediri mulai dari tim juniornya tahun 2009.
Penampilannya yang gemilang bersama persik menghantarkan dirinya untuk masuk skuad Timnas tahun 2010.
Pada kesempatan itu Yongki memperoleh kesempatan bermain dua pertandingan untuk Timnas yang dilatih oleh Alfred Riedl tersebut.P
Pertandinganpertama Yongki bersama Timnas berbuah manis setelah mengalahkan Tim dari Filipina, sementara pertandingan keduanya bersama Malaysia harus menderita kekalahan telak 0-3 pada laga semifinal Piala AFF.
Setelah itu nama Yongki Aribowo semakin jarang terdengar setelah hanya dijadikan sebagai pemain cadangan oleh klubnya, apalagi Yongki saat ini harus bermain di Liga dua memperkuat PSMS Medan.
Alfin Tuasalamony
Pemain berdarah Maluku ini memiliki talenta sepakbola yang luar biasa pada usia mudanya, hingga dirinya memiliki kesempatan menimba pengalaman bermain di Uruguay bersama tim SAD Indonesia.
Bahkan setelah program SAD Indonesia tersebut, Alfin Tuasalamony sempat bermain di liga Belgia yang memperkuat klub CS Vise.
Sempat dua tahun meniti karir sebagai pesepakbola profesional, akhirnya tahun 2013 Alfin kembali ke Indonesia.
Alfin sempat membela klub ibukota Persija Jakarta tahun 2015, namun pada tahun yang sama dirinya mengalami cedera patah tulang akibat kecelakaan.
Pada saat proses pemulihan Alfin pun harus membiayai biaya pengobatannya sendiri karena tidak ditanggung oleh pihak klub maupun PSSI.
Kekecewaan Alfin membuat dirinya meninggalkan Persija dan kembali ke Bhayangkara FC. Setelah itu Alfin pun sempat memperkuat Sriwijaya FC dan Arema sebelum akhirnya bergabung dengan Madura united.
Meskipun Alfin masih bermain di kasta tertinggi liga Indonesia, namun dirinya tidak masuk dalam daftar pemain Timnas karena performanya yang meredup.
Maldini Pali
Satu lagi pemain yang paling bersinar pada saat Timnas Indonesia U-23 menjuarai Piala AFF tahun 2013 adalah Maldini Pali.
Maldini bermain pada posisi sayap kanan lini serang Timnas Indonesia. Kemampuannya untuk menggiring dan menaklukkan lawan membuat dirinya banyak diidolakan.
Bahkan Maldini sempat bermain dengan salah satu Liga terbaik dunia yaitu Liga Inggris bersama klub Leicester city.
Setelah digadang-gadang akan menjadi pemain yang besar, nyatanya Maldini Pali tidak lagi menunjukkan performa terbaiknya, sehingga tidak lagi masuk daftar Timnas.
