Piala Presiden- Persija Jakarta harus kembali menelan kekecewaan setelah gagal meraih kemenangan saat menjamu Dewa United dalam lanjutan pekan ke-26 Super League 2025-2026. Pertandingan yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (15/3/2026) malam WIB, berakhir dengan skor 1-1.
Hasil ini membuat suasana di kubu Macan Kemayoran memanas karena target mengamankan tiga poin di kandang kembali tidak tercapai. Seusai pertandingan, kekecewaan mendalam dirasakan hampir seluruh pemain Persija. Hasil seri tersebut dianggap sangat merugikan, terutama di tengah upaya tim ibu kota untuk terus menjaga peluang dalam persaingan papan atas klasemen.
Tambahan satu poin dinilai belum cukup untuk mendekatkan langkah Persija kepada posisi teratas yang masih menjadi rebutan ketat di kompetisi musim ini. Situasi ini semakin terasa berat karena pada pertandingan lain, tim pesaing di jalur perebutan puncak klasemen juga gagal meraih kemenangan.
Persija Gagal Maksimalkan Laga Kandang
Adapun kondisi tersebut sejatinya bisa menjadi peluang emas bagi Persija untuk memangkas selisih angka. Namun, kesempatan tersebut tidak mampu dimanfaatkan dengan maksimal oleh tim tuan rumah. Dalam pertandingan tersebut, Persija sebenarnya mempunyai peluang besar untuk menutup laga dengan kemenangan. Kesempatan itu datang melalui titik penalti yang semestinya bisa menjadi pembeda.
Sayangnya, eksekusi penalti yang diharapkan menjadi gol justru gagal berbuah hasil setelah mampu dibaca dan dihentikan kiper lawan. Momen itu menjadi salah satu titik balik yang membuat Persija harus puas berbagi angka. Kegagalan memanfaatkan peluang emas tersebut menambah rasa frustrasi di dalam tim. Apalagi, Persija kembali kesulitan memetik kemenangan saat bermain di JIS.
Dari beberapa laga kandang terakhir, tim ini lebih sering kehilangan poin dan belum mampu menunjukkan dominasi penuh di hadapan pendukung sendiri. Catatan tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi apabila tim ingin tetap bersaing dalam perebutan gelar.
Hasil imbang ini juga memperpanjang sorotan terhadap performa Persija di kandang. Harapan besar suporter untuk melihat tim meraih kemenangan justru kembali tertunda. Tekanan pun tak hanya mengarah kepada para pemain, tetapi juga kepada jajaran pelatih yang dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam membenahi konsistensi permainan tim.
Pelatih Persija menjadi salah satu figur yang ikut menanggung beban dari hasil minor ini. Gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan kandang beruntun membuat evaluasi menyeluruh semakin mendesak dilakukan. Persija kini dituntut segera bangkit agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan menuju papan atas.
Jika situasi ini terus berlanjut, peluang Persija untuk tetap berada dalam jalur perburuan gelar bisa semakin berat. Konsistensi, ketenangan dalam memanfaatkan peluang, dan performa kandang yang lebih solid akan menjadi kunci penting dalam laga-laga berikutnya.
