Piala presiden- Setelah berhasil menunjukkan permainan yang gemilang, pesepakbola muda, Arhan Pratama yang saat ini membela PSIS Semarang dikabarkan akan merumput di Liga 2 Jepang tahun ini.
Kabar tersbut pun dikonfirmasi oleh Ketua PSSI, Mochamad Iriawan saat melakukan panggilan video call dengan Pratama Arhan. Dia mengungkapkan niatnya untuk melepas bek berusia 20 tahun itu sebelum berangkat ke Jepang.
Pria yang kerap disapa Iwan Bule tersebut juga menyampaikan bahwa dirinya akan mengunjungi Arhan suatu saat nanti di Jepang. Pratama baru saja diresmikan sebagai pemain Tokyo Verdy. Pemain Timnas Indonesia itu didatangkan secara gratis dari PSIS Semarang.
Arhan Ke Liga Jepang
PSIS punya komitmen untuk mendukung pemainnya yang berkarier di luar negeri. Kebijakan tim berjulukan Mahesa Jenar itu memuluskan kepindahan Pratama Arhan yang dikontrak Tokyo Verdy selama dua musim.
Laga kontra Bali United kemungkinan akan menjadi perpisahan Arhan dengan PSIS. Dia disebutkan bakal terbang ke Jepang pada Maret 2022. PSIS akan melawan Bali United pada pekan ke-26 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar pada 20 Februari 2022.
Iwan Bule mengingatkan pemain berkaki kidal itu untuk berpamitan dengan orang tuanya. Setelah melawan Bali United, Pratama Arhan bakal pulang ke Blora, Jawa Tengah.
Selain itu, arhan juga diingatkan untuk pamitan dulu ke orang tua dan sungkem minta doa biar lancar dan sukses. Saya senang dan bangga ada anak saya bisa bermain di negara orang.
Pratama Arhan mungkin setelah pertandingan melawan Bali United mau pulang lebih dulu ke Semarang dan Blora untuk pamitan bersama keluarga baru ke Jakarta. Pengalaman Arhan ini mengingatkan kita kembali akan pengalaman Andik Vermansyah.
Saat itu, Andik diminta trial bersama klub Jepang Ventforet Kofu. Namun pada akhirnya, dia justru memilih berkiprah di Malaysia karena alasan kontrak dan keluarga. Padahal dia mengakui pihak Ventforet Kofu sudah mengajukan tawaran dan tinggal bergabung saja.
Pemain asal Jember tersebut pun mengakui itu menjadi penyesalan terbesar sepanjang kariernya. Di situ saya ujicoba pertama kali dan cetak gol, tetapi waktu itu saya memilih Selangor.
Andik Vermansah berharap penyesalannya ini bisa menjadi pelajaran bagi pemain yang lain, khususnya Pratama Arhan. Jangan enyia-nyiakan kesempatan emas yang sudah diberikan.
