PSSI Saat Ini Tertinggal Dari Sepak Bola Vietnam

Piala presiden- PSSI yang berdiri sebagai lembaga yang menaungi sepakbola Indonesia termasuk Timnas tentunya menginginkan yang terbaik untuk kemajuan sepakbola tanah air. Dalam pertemuan terakhir dengan Vietnam, Indonesia keseringan mengalami kekalahan.

Kekalahan yang terakhir yang dialami oleh Timnas Indonesia dari Vietnam adalah pada laga kualifikasi Piala Dunia 2020 yang mana Indonesia kalah telak denagn skor 0-4 di Uni Emirat Arab. Kekalahan tersebut sekaligus memupuskan harapan jutaan pecinta bola Indonesia untuk masuk Piala Dunia.

Sebelum mengalami kekalahan telak tersebut, pada pertemuan pertamanya dengan Vietnam di laga yang sama, Indonesia juga telah kalah dari Vietnam. Melihat statistik tersebut, sepakbola Indonesia saat ini memang sedang tertinggal dari Vietnam.

PSSI Mengejar Vietnam

PSSI mempunyai sejumlah program untuk mengejar ketertingalan dari Sepakbola Vietnam. Salah satunya adalah dengan menyekolahkan sejumlah pemain untuk menimba ilmu di klub-klub luar negeri, khususnya Eropa.

Dengan begitu, PSSI berharap dengan membela klub Benua Biru, mental dan karakter para pemain terbentuk. Sehingga ketika kembali untuk membela Timnas performa dan kualitas mereka dapat mengangkat prestasi skuad Garuda di kanca Internasional.

Selain itu, PSSI juga sudah meminta bantuan kepada para mantan pemain timnas, pelatih senior dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk lebih membuka diri dan memberi dukungan semaksimal mungkin supaya para pemain Indonesia bisa bermain di luar negeri.

Para pemain yang berkesempatan di Eropa diharapkan dapat menjadi lebih disiplin dalam berlatih, mulai dari pola makan dan pola tidur. Nantinya, kedisplinan mereka akan tertata secara sendirinya setelah melihat teman-temannya di Eropa.

Saat ini ada sejumlah pemain muda Tanah Air yang merumput di Eropa. Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk, Polandia), Witan Sulaeman (Radnik Surdulica, Serbia), David Maulana dan Brylian Aldama (HNK Rijeka, Kroasia) serta Bagus Kahfi (FC Utrecht, Belanda).

Beberapa di antaranya seperti David Maulana, Brylian Aldama dan Bagus Kahfi, dapat bergabung berkat campur tangan PSSI melalui program Garuda Select. Karena itu, harapannya jika program ini berjalan lancar, Indonesia berpotensi mempunyai pemain-pemain berbakat yang dapat meningkatkan performa skuad Garuda.