Piala presiden- Pelatih Timnas asal Korea Selatan Shin Tae-yong terkenal dengan ketegasannya yang tak segan-segan mencoret nama pemain Timnas yang tidak disiplin atau mematuhi aturan yang telah disepakati bersama.
Karir pesepakbola dengan nama lengkap Mochamad Yudha Febrian tersebut bisa dikatakan sedang diambang gerbang kehancuran. Lantaran dirinya terseret kasus dugaan dugem dan pelecehan yang melanggar etika Timnas yang di bawah arahan Shin Tae-yong.
Awalnya banyak yang tak menyangka kejadian tersebut, namun publik lebih diyakinkan setelah Yudha Febrian sendiri mengakui perbuatannya tersebut. Meskipun belakangan kasus tersebut berakhir damai, setelah Yudha Febrian mengungkapkan permintaan maaf melalui video yang diunggah di akun Twitternya namun sanksi tetap dikenakan.
Yudha Dicoret Dari Timnas
Pemain yang kini berstatus mantan pemain Timnas Indonesia U-19 tersebut mengaku khilaf akan perbuatannya tersebut dan telah berdamai dengan pihak korban. Sebelumnya Yudha membela klub Barito Putera, namun Yudha memutuskan untuk mengundurkan diri pada bulan April lalu.
Belum diketahui alasan dibalik pengunduran diri Yudha dari klub Barito, namun yang pasti dengan dikeluarkannya ia dari Timnas membuat dirinya tidak membela klub mana pun saat ini.
Shin Tae-yong sebelumnya pernah menghukum Yudha dengan kasus yang serupa yakni kedapatan dugem saat mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 pada Desember 2020. Ketika itu, Yudha Febrian ditemani rekannya sesama pemain Serdy Ephy Fano.
Pada saat itu, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sangat marah dengan kelakuan dua pemain muda tersebut. Bahkan pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menegaskan, tak ada tempat di Timnas Indonesia untuk pemain yang indisipliner.
Akibatnya, kedua pemain tersebut mendapatkan sanksi berat dari PSSI dan dicoret dari Timnas Indonesia U-19. Bahkan, Serdy Ephy Fano juga dipecat oleh klubnya, Bhayangkara Solo FC. Sementara itu, Yudha Febrian ketika itu dikirim ke Pesantren di Tasikmalaya oleh Barito Putera. Harapannya adalah agar Yudha mendapatkan pembinaan mental dan spiritual.
Namun, belakangan diketahui bahwa hal itu ternyata sia-sia. Yudha Febrian kembali membuat publik kecewa dengan sikapnya di luar lapangan yang secara tidak langsung bakal merusak kariernya dan nama baik Timnas Indonesia.
