Piala presiden- Ricky Yacobi menjadi salah satu dari sekian pemain sepakbola yang meninggal pada saat bermain di lapangan.
Mantan pemain Persija Jakarta tersebut menghembuskan napas terakhirnya pada usia 57 tahun.
Menurut penjelasan rekan se-tim nya Vennard Hutabarat, kejadian tersebut sangat cepat dan terjadi secara tiba-tiba.
Kronologi Meninggalnya Ricky Yacobi
Pada bulan November lalu, Ricky Yacobi bersama tim-nya merumput pada ajang Trofeo Medan Selection.
Vennard Hutabarat menjelaskan bahwa dirinya masih sempatĀ passing-passingĀ bola dengan Ricky Yacobi sebelum Ricky akhirnya mencetak gol untuk tim.
Sesaat setelah Ricky Yacobi melesatkan golnya, tiba-tiba dirinya tampak seperti bersujud.
Penampakan tersebut dikira oleh rekan-rekan se-tim nya sebagai aksi selebrasi yang biasanya dilakukan pemain yang baru mencetak gol.
Namun, Vennard menjelaskan bahwa wajah Ricky terlihat berbeda dengan bibir nya yang mulai bergetar.
Melihat kejadian tersebut, tim dokter langsung memberikan pertolongan pertama dengan tabung oksigen.
Dengan pertolongan tim medis yang seadanya, mantan penyerang Persija Jakarta tersebut sempat bernapas.
Namun untuk mendapatkan pertolongan yang lebih serius, Ricky segera dilarikan ke Rumah Sakit Mintoharjo.
Meskipun sempat dibawa ke Rumah Sakit, namun nyawa Ricky Yacobi tidak bisa terselamatkan.
Kenangan Ricky Yacobi
Ricky Yacobi merupakan pemuda asal Medan, Sumatera Utara yang pernah membawa Timnas Indonesia ke semifinal Sea Games 1986 dan menjuarai SEA Games 1987.
Pada ranah klub. Ricky juga pernah membawa tim kebanggaan Medan yaitu PSMS Medan menjuarai Perserikatan tahun 1983 dan 1985.
Klub lainnya yang pernah dibela Ricky Yacobi adalah Arseto Solo. Ricky dan kawan-kawan juga pernah menghantarkan Arseto Solo menjuarai ajang Galatama 1987.
Kiprah Ricky Yacobi yang bersinar baik di Timnas maupun klub membuat klub asal Jepang, Matshushita melirik dirinya.
Ricky bergabung dengan klub Matshushita pada tahun 1988. Klub ini merupakan salah satu klub teratas di liga Jepang.
Nama klub Matshushita mungkin asing ditelinga kebanyakan orang karena klub ini mengalami perubahan nama menjadi Gamba Osaka pada tahun 1991.
Nama Gamba Osaka tentunya tidak asing lagi, karena pernah menjuarai liga Champions Asia pada tahun 2008.
Selain itu pada level liga Jepang, Gamba Osaka juga pernah keluar sebagai juara liga tahun 2005 dan tahun 2014.
