Piala presiden- Sejauh ini Arema Malang merupakan tim satu-satunya yang memegang rekor tak terkalahkan baik di kandang maupun tandang selama BRI Liga1. Namun Semua rekor tersebut berakhir dengan tragis ketika Persebaya menakhlukkan Arema.
Pelatih Persebaya, Aji Santoso, tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (23/2/2022) malam WIB. Dia berhasil membawa timnya menang di pekan ke-27 BRI Liga 1 2021/2022.
Kemenangan ini terasa spesial karena Aji menundukkan sang rival, Arema FC, dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal laga panas bertajuk Derbi Jatim ini dicetak oleh striker gaek Samsul Arif Munip di menit ke-79.
Persebaya Berpotensi Salip Arema
Selain menyudahi rekor Arema, kekalahan ini juga membuyarkan rekor Arema yang sebelumnya melewati 23 pertandingan tak terkalahkan secara berturut-turut di BRI Liga 1. Ini merupakan kekalahan kedua Singo Edan musim ini.
Meskipun masih bertengger di peringkat teratas, namun Arema berpotensi tergeser. Persebaya mengakui bahwa sulitnya menghadapi tim kuat Arema yang sudah 23 pertandingan tidak terkalahkan. Ini menunjukkan satu bukti bahwa arema tim kuat dan dihuni materi bagus.
Sehingga Persebaya sempat bermain bertahan selama babak pertama dan membiarkan Arema membombardir pertahanan mereka. Alhasil, Singo Edan jadi tim yang sangat agresif memberi ancaman, meski semuanya mampu dimentahkan kiper Ernando Ari Sutaryadi.
Baru memasuki paruh kedua Bajul Ijo bermain lebih menyerang. Aji Santoso memasukkan Samsul Arif dan Mochammad Supriadi yang menggantikan Arsenio Valpoort dan Muhammad Hidayat. Pergantian pemain ini membawa dampak penting.
Samsul mampu membuka ruang untuk para pemain Persebaya. Hal itu yang tidak bisa dilakukan Valpoort yang masuk starting eleven. Puncaknya adalah gol di menit ke-79 yang menjadi penentu kemenangan timnya.
Pada babak pertama, Persebaya sempat belum menemukan permainan yang pas. Tapi, babak kedua sang pelatih Aji Santoso memasukkan Samsul dan Supriadi. Hasilnya banyak peluang-peluang tercipta dan akhirnya mencetak gol.
Motivasi kuat menekuk Arema jadi kunci keberhasilan Persebaya memenangi laga ini. Selain alasan rivalitas, Alie Sesay dkk. juga bertekad menghentikan rekor tak terkalahkan Arema yang selama ini gagal dibendung oleh tim-tim lain.
Sebelum pertandingan, sangpelatih menyampaikan kepada pemain serta manajemen bahwa Persebaya harus kembali dengan kemenangan. Kalau seri atau kalah (peluang juara) akan tertutup.
Tambahan tiga poin membuat Persebaya tetap di peringkat kelima dengan 51 angka. Arema juga masih menduduki puncak klasemen dengan 55 poin. Meski posisi di klasemen belum berubah, persaingan papan atas kian panas BRI Liga 1. Dengan jarak hanya empat angka itu Aji optimis masih berpeluang membawa Persebaya ke jalur persaingan juara.
