Kekecewaan Persija Setelah Kalah Dari Bali United

Piala presiden- Persija Jakarta yang merupakan juara pada Piala Menpora atau kompetisi pra Liga 1 harus lapang dada menelan kekalahan dari Bali United. Pelatih Persija Jakarta, Sudirman, menyuarakan kekecewaannya terhadap wasit Dwi Purba Adi Wicaksana yang memimpin pertandingan.

Pertandingan yang berlangsung di Bali tersebut membuat sang pelatih, Sudirman tidak puas dengan kepemimpinan Dwi Purba Adi Wicaksana, lantaran menurutnya keputusan wasit asal Kudus tersebut mengganggu jalannya pertandingan yang sebenarnya cukup baik.

Salah satu yang paling disorot Sudirman adalah masalah pergantian pemain pada menit ke-85. Pada saat itu Persija Jakarta melakukan pergantian pemain, Syahrian Abimanyu ditarik keluar digantikan Braif Fatari. Setelah Braif Fatari masuk, pertandingan pun berjalan dengan bola pada penguasaan Persija Jakarta dan mereka dalam posisi menyerang.

Keputusan Wasit Dianggap Tidk Adil

Sang Pelatih menyatakan bahwa dalam situasi menyerang dan masih memiliki waktu 30 detik berselang, wasit justru menghentikan pertandingan karena Bali United melakukan pergantian pemain. Dwi Purba Adi Wicaksana mengangkat dua jarinya ke arah pinggir lapangan, menandakan ada dua pergantian pemain yang terjadi.

Keputusan itu pun mendapatkan protes dari pemain Persija mengingat permainan sedang berjalan. Bahkan, kapten Macan Kemayoran, Andritany Ardhiyasa, sampai maju ke tengah lapangan untuk melayangkan protes. Persija Jakarta gusar karena tim dalam posisi tertinggal, namun wasit justru mereka rasa membuang-buang waktu.

Sudirman pun mempertanyakan kembali keputusan tersebut. Sebab dia mengatakan hal semacam ini tidak masuk dalam rule of the game dan regulasi. Menurut saya sesuai dengan regulasi yang didapatkan di awal musim, seharusnya kalau ada pergantian dua pemain dan satu pemain sudah masuk sedangkan bola sudah bergulir.

Sudirman menambahkan bahwa dirinya heran tadi waktu pertandingan sudah berjalan, tiba-tiba wasit meniup karena ada satu lagi pemain yang masuk. Sudirman pun mengajak semua pihak untuk melakukan evaluasi diri demi kelancaran dan kualitas kompetisi Liga 1 2021-2022.

Sebagai pelatih, pemain dan begitu juga perangkat pertandingan juga harus mengevaluasi diri. Karena pertandingan liga ini ketat apalagi ini di akhir menjelang akhir musim, dimana 3 poin sangat menjadi krusial.